nama web nya disini

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    081911441122
  • Email
    smanciwaru@gmail.com

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 54.225.57.120

Program Kerja OSIS 2016-2017

Last Update : 19 Juli 2017

PROGRAM KERJA UMUM

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

2016-2017

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan nasional di bidang pendidikan merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur serta memungkinkan para warganya mengembangkan diri, baik yang berkenaan dengan aspek jasmaniah maupun rohaniah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadapa Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan pada hakekatnya menjangkau tiga aspek kemampuan, yaitu kemampuan perilaku, kemampuan intelektual/kecerdasan, dan kemampuan keterampilan.

Aspek-aspek tersebut harus dikembangkan secara seimbang dan selaras. Masing-masing aspek dikembangkan melalui kegiatan yang sesuai dengan arah pengembangan aspek itu. Pengembangan kemampuan intelektual dilakukan melalui pengajaran, sikap perilaku melalui bimbingan atau pembinaan, dan keterampilan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang mengutamakan praktek atau gerak.

Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional pada setiap sekolah dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler. Kegiatan intra kurikuler yaitu proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah sesuai dengan struktur program kurikulum yang berlaku ; Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran yang bertujuan agar siswa lebih memperdalam dan lebih menghayati hal-hal yang dipelajari dalam kegiatan intra kurikuler; dan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran atau pada waktu libur sekolah, yang dilakukan baik di dalam maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi daya upaya pembinaan manusia seutuhnya.

Pembinaan kesiswaan pada dasarnya adalah suatu upaya pendidikan yang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab dalam rangka membimbing, membina, menumbuhkan, serta mengembangkan dasar-dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras antara pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki.

 

1.2 Dasar Pemikiran

Beberapa dasar pemikiran yang melandasi terbentuknya kegiatan pembinaan kesiswaan antara lain :

1.2.1 Pancasila

1.2.2 Undang-Undang Dasar 1945

1.2.3 Keputusan Mendikbud RI Nomor 0461/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan

1.2.4 UU RI No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional

1.2.5 Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud No. 226/C/Kep/O/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan

a. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989

b. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 dan Nomor 72 Tahun 1991

c. Keputusan Presiden RINomor 44 Tahun 1974, Nomor 47 Tahun 1979, Nomor 15 Tahun 1984, dengan segala tambahannya dan Nomor 18/M Tahun 1985

d. Keputusan Mendikbud Nomor 0461/U/1984 tanggal 18 Oktober 1984

e. Keputusan Bersama Mendikbud dan Menteri Keuangan.

 

BAB II

PENGORGANISASIAN

2.1 Pengertian OSIS

Organisasi secara umum adalah wadah dari sekelompok manusia yang berkumpul yang mempunyai tujuan yang sama, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.

Siswa adalah peserta didik atau anak didik yang ada dan diakui secara legal pada suatu lembaga pendidikan atau kursus yang mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Intra berarti di dalam sekolah atau kursus itu sendiri dan tidak ada hubungan organisatoris dengan sekolah atau kursus lain.

Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan tempat guru mengajar dan siswa belajar yang menyebabkan terjadinya proses belajar mengajar, sehingga para siswa dapat meningkatkan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, moral atau busi pekerti, pandangan hidup, kebijaksanaan dan kepribadian, tata pergaulan/hubungan, dan hasil karya.

Jadi OSIS adalah satu organisasi siswa yang ada di lingkungan Pendidikan formal tingkat SLTP dan SLTA, sebagai wadah bagi para siswa untuk belajar berorganisasi, dan memberikan pengalaman yang berharga sebagai bekal di kemudian hari bagi para siswa yang mau aktif. OSIS adalah satu-satunya organisasi yang ada di lingungan pendidikan formal. Keberadaan OSIS sebagai partner kerja sekolah dalam menyampaikan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan kesiswaan. OSIS pun di jadikan wadah untuk menampung minat dan aspirasi siswa dalam menyalurkan bakat dan minatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler dimana OSIS sebagai pengontrol dan partner bagi para pembinanya.

2.2 Struktur Organisasi OSIS

2.2.1 Struktur OSIS terdiri dari : 

a. Pembina

b. Perwakilan Kelas

c. Pengurus 

2.2.2 Struktiur Pengurus OSIS

a. Ketua

b. Wakil Ketua 

c. Sekretaris

d. Wakil Sekretaris 

e. Bendahara 

f. Wakil bendahara 

g. Sekretaris Bidang (10 bidang)

2.2.3 Perincian Tugas

a. Pembina

1) Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan OSIS disekolah yang dipimpinnya.

2) Mengesahkan keanggotaan Perwakilan Kelas dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah yang bersangkutan.

3) Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja OSIS

4) Menghadiri setiap Rapat OSIS

5) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS

b. Perwakilan Kelas

1) Mewakili kelasnya dalam Rapat Perwakilan Kelas

2) Mengajukan usulan dalam pembuatan program kerja OSIS

3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas

4) Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah di siapkan.

5) Menilai Laporan Pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatannya.

6) Mempertanggungjawabkan segala tugasnya kepada Kepala Sekolah

c. Pengurus OSIS

Umum 

1) Menyusun dan melaksanakan Program Kerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanga OSIS.

2) Selalu menjunjung nama baik,kehormatan dan martabat sekolah tempat mereka belajar.

3) Kepemimpinan pengurusan OSIS bersifat kolektif

4) Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada Rapat Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya.

Ketua Umum Osis

Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jalannya organisasi yang dipimpinnya. 

Wakil Ketua OSIS 

Mewakili ketua apabila berhalangan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sekretarian, bidang kegiatan Keatqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bidang Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, bidang Pendidikan dan Pendahuluan Bela Negara, bidang Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur, bidang Berorganisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan.

2.2.4 Tata Cara Pemilihan

a. Pemilihan Perwakilan Kelas

1) Pada hari pertama masuk sekolah pada awal tahun pelajaran baru, setiap kelas memilih ketua dan wakil ketua kelas, di bawah pimpinan wali kelas atau guru yang di tunjuk oleh kepala sekolah. Selanjutnya ketua dan wakil ketua kelas terpilih di bantu oleh wali kelas memilih dua orang sebagai perwakilan kelas.

2) Ketua dan wakil ketua dapat di pilih dan merangkap sebagai anggota perwakilan kelas (harus mendapat persetujuan dari wali kelas).

b. Pemilihan Pengurus OSIS

Rapat perwakilan kelas setelah mendapat pengarahan dari kepala sekolah atau wakil kepala sekolah atau guru Pembina yang ditunjuk oleh kepala sekolah, memilih pimpinan rapat, wakil pimpinan rapat dan notulis. Ketiga orang tersebut melakukan pemilihan pengurus OSIS.

1) Tahap pertama

Setiap perwakilan kelas mengajukan calon pengurus OSIS sebanyak-banyaknya lima orang calon. Calon yang di ajukan adalah siswa yang duduk di kelas X dan XI, boleh dari kelasnya sendiri ataupun dari kelas lain.

2) Tahap kedua

Pimpinan rapat mengumpulkan nama-nama dari seluruh calon yang diajukan oleh perwakilan kelas, daftar calon yang ada kemudian disusun secara alpabetis.

3) Tahap ketiga

Pemilihan Formatur sebanyak tiga sampai dengan lima orang siswa dari masing-masing perwakilan kelas.

4) Tahap keempat

Dilakukan perhitungan suara dari lima calon dengan suara terbanyak menjadi formatur.

5) Tahap Kelima

Formatur terpilih mengadakan rapat formatur untuk melengkapi susunan pengurus OSIS sesuai dengan ketentuan yang ada.

Masa jabatan pengurus OSIS ini berlaku untuk satu tahun ajaran.

Susunan pengurus OSIS tersebut harus mendapat persetujuan kepala sekolah selaku ketua Pembina OSIS, dan pengurus OSIS tersebut disyahkan dan dilantik oleh kepala sekolahpada waktu upacara bendera.

2.2.5 Syarat Pengurus OSIS

a. Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun

b. Memiliki bakat sebagai pemimpin siswa

c. Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai

d. Dapat mengatur waktu yang sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS

e. Dicalonkan oleh perwakilan kelas

2.2.6 Rapat-rapat OSIS

a. Rapat Pleno

1) Rapat pleno perwakilan kelas adalah rapat seluruh anggota perwakilan kelas.

2) Rapat pleno pengurus adalah rapat seluruh anggota pengurus.

b. Rapat koordinasi 

Rapat koordinasi adalah rapat yang dituntun oleh seorang wakil ketua dengan sekretaris atau bendaharawan dan bidang-bidang yang dikoordinasinya.

c. Rapat bidang 

Rapat bidang adalah rapat yang dipimpin oleh sekretaris bidang.

d. Rapat luar biasa

Dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atau asal usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah lebih dahulu di konsultasikan dan di setujui oleh Pembina OSIS.

 

BAB III

MATERI DAN PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

3.1 Materi

Materi kegiatan ekstrakurikuler ini mengacu pada kegiatan yang telah di tetapkan dalam keputusan Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0226/C/Kep/0/1992 tanggal 27 Juni 1992 tentang pedoman Kesiswaan yaitu :

3.1.1 Kegiatan untuk meningkatkan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

3.1.2 Kegiatan untuk pembiaan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

3.1.3 Kegiatan Pendidikan dan Pendahuluan Bela Negara

3.1.4 Kegiatan Pembinaan Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur

3.1.5 Kegiatan Berorganisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan

3.1.6 Kegiatan Peningkatan Keterampilan dan Kewiraswastaan

3.1.7 Kegiatan Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi

3.1.8 Kegiatan Pembinaan Apresiasi dan Daya Kreasi Seni

3.1.9 Kegiatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi

3.1.10 Kegiatan Komunikasi dan Berbahasa

3.2 Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler perlu diperhatikan klasifikasi kegiatan. Dari berbagai jenis dan bentuk kegiatan ekstrakurikuler dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi, memungkinkan di pertimbangkan adanya klasifikasi sebagai berikut :

3.2.1 Wajib

Yaitu kegiatan yang harus dilakukan atau diikuti oleh seluruh siswa, tanpa kecuali antara lain :

a. Do’a sebelum dan sesudah belajar

b. Upacara Bendera

c. Peningkatan Displin Siswa

d. Tertib berpakaian seragam sekolah

e. Kegiatan piket kelas atau K3

3.2.2 Pilihan 

Yaitu kegiatan yang dilakukan dalam bentuk kelompok dan sifatnya menyalurkan bakat, minat, daya nalar siswa, antara lain :

a. Kepramukaan

b. PMR

c. Paskibra

d. Olahraga/Permainan

e. Pecinta Alam

f. Kesenian

g. Keagamaan

3.2.3 Fakultatif

Yaitu kegiatan kesiswaan yang dilakukan pada hari libur fakultatif, antara lain :

a. Kegiatan hari-hari besar agama

b. Kegiatan hari-hari besar nasional

c. Karya wisata dan studi tour

3.2.4 Optimasi 

Yaitu kegiatan-kegiatan yang bersifat pengembangan diri mata pelajaran/bidang studi yang dilakukan dalam bentuk berbagai lomba/pertandingan, antara lain :

a. Lomba Kaligrafi

b. Lomba pidato

c. Cerdas cermat

 

Halaman Terkait